Dear Jane - Satu (Dalam Dirimu)
Malam sedang gembira saat kita duduk-duduk di atas cahaya. pada wajahmu ada merah yang membelah bulan, dan senyum yang mengikat malam jadi terang. Sementara beberapa bintang tak ingin ketinggalan untuk naik pelan-pelan, menyalakan matamu yang pernah padam oleh kematian. Jane. Bumi selalu berputar terbalik ketika tetesan hujan itu menerbangkanku padamu. Aliran sungai yang terpecah, merubah dirinya jadi bulir sepi, lalu terbang terbalik di antara udara yang dingin, mengeraskan pijakan pada awan yang kembali hitam. Dan angka-angka pada jam tangan semakin ingin pulang ketika petir-petir bergemuruh riang, tertawa pada waktu yang masih saja diam-diam ingin memisahkan. Percuma. Sia-sia. Atas nama sekian ujian, kita tak pernah benar-benar terpisah. Diselingi riak samudera, kita mengudara senantiasa. Berjarak kemajuan alam raya, perasaan ini tak kunjung ikut menua, maka benarlah manusia-manusia yang bertanya pada waktu: bagaimana caranya berpisah di saat, yang sebenarnya terjadi, waktu sen...